Puasa Kafarat Adalah

sisca


Puasa Kafarat Adalah

Puasa kafarat adalah puasa yang dilakukan sebagai bentuk penebusan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. Dalam ajaran Islam, puasa kafarat merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan untuk memohon ampunan dan membersihkan diri dari dosa.

Puasa kafarat sangat dianjurkan dalam Islam karena memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat menghapus dosa, meningkatkan ketakwaan, dan melatih pengendalian diri. Secara historis, puasa kafarat telah dipraktikkan oleh umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang puasa kafarat, jenis-jenisnya, syarat dan tata cara pelaksanaannya, serta hikmah dan manfaat yang dapat diperoleh dari ibadah ini.

puasa kafarat adalah

Puasa kafarat merupakan ibadah yang penting dalam ajaran Islam, yang memiliki berbagai aspek esensial yang perlu dipahami. Aspek-aspek tersebut mencakup:

  • Jenis-jenis puasa kafarat
  • Syarat wajib puasa kafarat
  • Tata cara pelaksanaan puasa kafarat
  • Hikmah puasa kafarat
  • Manfaat puasa kafarat
  • Hubungan puasa kafarat dengan taubat
  • Perbedaan puasa kafarat dengan puasa lainnya
  • Contoh kasus puasa kafarat
  • Keutamaan puasa kafarat
  • Landasan hukum puasa kafarat

Dengan memahami aspek-aspek esensial puasa kafarat ini, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa kafarat dengan benar dan memperoleh manfaat serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Puasa kafarat tidak hanya menjadi penebus dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan pembersihan jiwa.

Jenis-jenis puasa kafarat

Puasa kafarat terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada jenis pelanggaran atau dosa yang dilakukan. Jenis-jenis puasa kafarat tersebut adalah:

  1. Puasa kafarat karena membunuh seorang muslim
  2. Puasa kafarat karena berzina atau berhubungan seksual di luar nikah
  3. Puasa kafarat karena melanggar sumpah
  4. Puasa kafarat karena lalai mengerjakan puasa Ramadan
  5. Puasa kafarat karena melakukan perbuatan fasik saat ihram haji atau umrah

Setiap jenis puasa kafarat memiliki tata cara dan ketentuan yang berbeda-beda. Misalnya, puasa kafarat karena membunuh seorang muslim harus dilakukan selama 60 hari berturut-turut, sedangkan puasa kafarat karena melanggar sumpah cukup dilakukan selama 3 hari berturut-turut.

Dengan memahami jenis-jenis puasa kafarat dan ketentuannya, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa kafarat dengan benar sesuai dengan jenis pelanggaran yang telah dilakukan. Hal ini penting untuk memperoleh manfaat dan hikmah dari ibadah puasa kafarat, serta untuk menghapus dosa dan meningkatkan ketakwaan.

Syarat wajib puasa kafarat

Syarat wajib puasa kafarat merupakan ketentuan yang harus dipenuhi agar puasa kafarat yang dilakukan menjadi sah dan diterima. Syarat-syarat wajib puasa kafarat tersebut antara lain:

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Mampu melaksanakan puasa
  5. Melakukan pelanggaran atau dosa yang mewajibkan puasa kafarat

Jika salah satu syarat wajib puasa kafarat tidak terpenuhi, maka puasa kafarat yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat menghapus dosa yang telah diperbuat. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk memastikan bahwa mereka memenuhi syarat wajib puasa kafarat sebelum melaksanakan ibadah ini.

Sebagai contoh, jika seseorang melakukan pembunuhan dan ingin melakukan puasa kafarat untuk menebus dosanya, maka ia harus memenuhi syarat wajib puasa kafarat terlebih dahulu, yaitu beragama Islam, baligh, berakal, dan mampu melaksanakan puasa. Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, misalnya ia belum baligh atau sedang sakit sehingga tidak mampu berpuasa, maka puasa kafarat yang dilakukannya tidak sah dan tidak dapat menghapus dosa pembunuhan yang telah ia lakukan.

Dengan memahami syarat wajib puasa kafarat dan memastikan bahwa syarat-syarat tersebut terpenuhi, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa kafarat dengan benar dan memperoleh manfaat serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Puasa kafarat tidak hanya menjadi penebus dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan pembersihan jiwa.

Tata cara pelaksanaan puasa kafarat

Tata cara pelaksanaan puasa kafarat merupakan aspek penting dalam ibadah puasa kafarat. Tata cara ini harus dilakukan dengan benar agar puasa yang dijalankan sah dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam tata cara pelaksanaan puasa kafarat:

  • Niat
    Sebelum memulai puasa kafarat, niatkan dalam hati bahwa puasa yang dilakukan adalah untuk menebus dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan.
  • Waktu pelaksanaan
    Puasa kafarat dapat dilaksanakan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
  • Lamanya puasa
    Lamanya puasa kafarat tergantung pada jenis pelanggaran atau dosa yang dilakukan. Misalnya, puasa kafarat karena membunuh seorang muslim harus dilakukan selama 60 hari berturut-turut, sedangkan puasa kafarat karena melanggar sumpah cukup dilakukan selama 3 hari berturut-turut.
  • Cara pelaksanaan
    Puasa kafarat dilaksanakan dengan cara berpuasa penuh selama satu hari, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama berpuasa, umat Islam tidak diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan seksual.

Dengan memahami dan melaksanakan tata cara pelaksanaan puasa kafarat dengan benar, umat Islam dapat memperoleh manfaat dan hikmah dari ibadah ini. Puasa kafarat tidak hanya menjadi penebus dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan pembersihan jiwa.

Hikmah puasa kafarat

Puasa kafarat memiliki banyak hikmah dan manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Hikmah-hikmah tersebut antara lain:

  • Penghapus dosa
    Puasa kafarat dapat menghapus dosa-dosa kecil dan pelanggaran yang telah dilakukan, sehingga dapat membersihkan jiwa dan mengembalikan hubungan baik dengan Allah SWT.
  • Meningkatkan ketakwaan
    Melaksanakan puasa kafarat dapat melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, dan meningkatkan kesadaran akan dosa yang telah dilakukan. Hal ini dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Sarana introspeksi diri
    Puasa kafarat memberikan waktu dan kesempatan untuk merenungkan kesalahan yang telah dilakukan, sehingga dapat menjadi sarana untuk perbaikan diri dan menghindari kesalahan yang sama di masa depan.
  • Melatih pengendalian diri
    Berpuasa selama beberapa hari berturut-turut dapat melatih pengendalian diri, menahan godaan, dan meningkatkan disiplin diri.

Dengan memahami dan menghayati hikmah puasa kafarat, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan ikhlas dan penuh kesungguhan. Puasa kafarat tidak hanya menjadi penebus dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan pembersihan jiwa.

Manfaat puasa kafarat

Berbagai manfaat puasa kafarat, seperti penghapus dosa, peningkatan ketakwaan, sarana introspeksi diri, dan latihan pengendalian diri, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari ibadah puasa kafarat (puasa kafarat adalah). Manfaat-manfaat ini merupakan tujuan dan hikmah yang ingin dicapai melalui pelaksanaan puasa kafarat.

Puasa kafarat berperan penting sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil dan pelanggaran yang telah dilakukan. Dengan melaksanakan puasa kafarat, seorang muslim dapat membersihkan jiwanya dan memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT. Manfaat ini menjadi salah satu alasan utama mengapa puasa kafarat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Selain itu, puasa kafarat juga memberikan manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Latihan pengendalian diri dan menahan godaan yang diperoleh melalui puasa kafarat dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Disiplin dan kesabaran yang diasah selama berpuasa dapat membantu umat Islam menghadapi tantangan dan godaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami manfaat puasa kafarat dan peran pentingnya dalam ibadah puasa kafarat, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Puasa kafarat tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membersihkan jiwa, meningkatkan ketakwaan, dan melatih pengendalian diri, sehingga membawa manfaat besar bagi kehidupan seorang muslim.

Hubungan puasa kafarat dengan taubat

Hubungan puasa kafarat dengan taubat sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Puasa kafarat merupakan salah satu bentuk taubat yang dilakukan untuk menebus dosa-dosa yang telah diperbuat. Taubat sendiri merupakan proses kembali kepada Allah SWT setelah melakukan dosa atau kesalahan, dengan menyesali perbuatan tersebut, memohon ampunan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya di masa depan.

Puasa kafarat menjadi salah satu bentuk taubat yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Hal ini karena puasa kafarat dapat menghapus dosa-dosa kecil dan pelanggaran yang telah dilakukan, sehingga dapat membersihkan jiwa dan mengembalikan hubungan baik dengan Allah SWT. Dengan menjalankan puasa kafarat, seorang muslim dapat menunjukkan kesungguhan taubatnya dan berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Dalam praktiknya, puasa kafarat biasanya dilakukan setelah seseorang melakukan dosa atau pelanggaran tertentu, seperti membunuh, berzina, melanggar sumpah, atau lalai menjalankan puasa Ramadan. Lamanya puasa kafarat tergantung pada jenis dosa yang dilakukan. Misalnya, puasa kafarat karena membunuh seorang muslim harus dilakukan selama 60 hari berturut-turut, sedangkan puasa kafarat karena melanggar sumpah cukup dilakukan selama 3 hari berturut-turut.

Dengan memahami hubungan antara puasa kafarat dengan taubat, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa kafarat dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Puasa kafarat tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membersihkan jiwa, meningkatkan ketakwaan, dan melatih pengendalian diri, sehingga membawa manfaat besar bagi kehidupan seorang muslim.

Perbedaan puasa kafarat dengan puasa lainnya

Puasa kafarat memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan jenis puasa lainnya dalam ajaran Islam. Perbedaan-perbedaan ini mencakup aspek hukum, tujuan, tata cara pelaksanaan, dan dampaknya terhadap penghapusan dosa.

  • Dasar hukum

    Puasa kafarat memiliki dasar hukum yang jelas dalam Al-Qur’an dan Hadis, sedangkan puasa sunnah tidak memiliki dasar hukum yang sama kuatnya.

  • Tujuan

    Puasa kafarat bertujuan untuk menebus dosa atau pelanggaran tertentu, sedangkan puasa sunnah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala.

  • Tata cara pelaksanaan

    Tata cara pelaksanaan puasa kafarat lebih spesifik dan memiliki ketentuan yang lebih ketat dibandingkan dengan puasa sunnah, seperti jumlah hari puasa dan jenis makanan yang diperbolehkan.

  • Dampak penghapusan dosa

    Puasa kafarat dapat menghapus dosa-dosa kecil dan pelanggaran tertentu, sedangkan puasa sunnah tidak memiliki dampak penghapusan dosa yang sama.

Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa kafarat dan puasa lainnya dengan lebih tepat dan sesuai dengan ketentuan syariat. Puasa kafarat menjadi bentuk ibadah yang sangat penting untuk menebus dosa dan membersihkan diri, sedangkan puasa sunnah menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala.

Contoh kasus puasa kafarat

Puasa kafarat merupakan ibadah yang wajib dilakukan untuk menebus dosa atau pelanggaran tertentu. Terdapat berbagai contoh kasus puasa kafarat yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  • Membunuh secara sengaja

    Apabila seseorang membunuh orang lain secara sengaja, maka ia wajib melakukan puasa kafarat selama 60 hari berturut-turut. Puasa ini bertujuan untuk menebus dosa pembunuhan dan membersihkan diri dari noda dosa tersebut.

  • Melanggar sumpah

    Jika seseorang melanggar sumpah yang telah diucapkannya, maka ia wajib melakukan puasa kafarat selama 3 hari berturut-turut. Puasa ini bertujuan untuk menebus dosa pelanggaran sumpah dan memohon ampunan dari Allah SWT.

  • Berzina

    Bagi pelaku zina, baik laki-laki maupun perempuan, wajib melakukan puasa kafarat selama 4 bulan berturut-turut. Puasa ini bertujuan untuk menebus dosa zina dan membersihkan diri dari noda dosa besar tersebut.

  • Tidak mengerjakan puasa Ramadan

    Seseorang yang tidak mengerjakan puasa Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan, wajib menggantinya dengan puasa kafarat. Jumlah hari puasa kafarat yang harus dilakukan sama dengan jumlah hari puasa Ramadan yang ditinggalkan.

Contoh kasus puasa kafarat di atas menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki peran yang sangat penting dalam menebus dosa dan membersihkan diri dari noda dosa. Dengan melaksanakan puasa kafarat, seorang muslim dapat kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih dan suci.

Keutamaan puasa kafarat

Puasa kafarat adalah salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain:

  • Menghapus dosaPuasa kafarat dapat menghapus dosa-dosa kecil dan pelanggaran tertentu yang telah dilakukan seseorang. Dengan melaksanakan puasa kafarat, seorang muslim dapat membersihkan jiwanya dan kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih.
  • Meningkatkan ketakwaanMelaksanakan puasa kafarat dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini karena puasa kafarat mengajarkan kesabaran, menahan hawa nafsu, dan meningkatkan kesadaran akan dosa yang telah dilakukan.
  • Sarana introspeksi diriPuasa kafarat memberikan waktu dan kesempatan untuk merenungkan kesalahan yang telah dilakukan, sehingga dapat menjadi sarana untuk perbaikan diri dan menghindari kesalahan yang sama di masa depan.
  • Melatih pengendalian diriBerpuasa selama beberapa hari berturut-turut dapat melatih pengendalian diri, menahan godaan, dan meningkatkan disiplin diri.

Dengan memahami keutamaan puasa kafarat, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Puasa kafarat tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membersihkan jiwa, meningkatkan ketakwaan, dan melatih pengendalian diri, sehingga membawa manfaat besar bagi kehidupan seorang muslim.

Landasan hukum puasa kafarat

Puasa kafarat memiliki landasan hukum yang kuat dalam ajaran Islam, baik dari Al-Qur’an maupun Hadis. Landasan hukum ini menjadi dasar kewajiban bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa kafarat ketika mereka melakukan dosa atau pelanggaran tertentu.

Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang puasa kafarat. Salah satunya adalah surat Al-Maidah ayat 95 yang berbunyi, “Dan bagi orang-orang yang tidak mampu (menebus budak), maka (wajib atasnya) puasa dua bulan berturut-turut sebelum ia menerima taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Ayat ini menunjukkan bahwa puasa kafarat merupakan salah satu cara untuk menebus dosa, khususnya bagi mereka yang tidak mampu membebaskan budak.

Selain Al-Qur’an, landasan hukum puasa kafarat juga terdapat dalam Hadis. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang melakukan zina, maka kafaratnya adalah puasa dua bulan berturut-turut dan seratus kali cambukan. Dan barang siapa mencuri, maka kafaratnya adalah potong tangan dan seratus kali cambukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Landasan hukum puasa kafarat yang kuat menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki peran penting dalam ajaran Islam. Puasa kafarat menjadi salah satu cara bagi umat Islam untuk bertaubat dan membersihkan diri dari dosa yang telah diperbuat. Dengan melaksanakan puasa kafarat, seorang muslim dapat kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih dan suci.

Tanya Jawab Seputar Puasa Kafarat

FAQ berikut ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan umum dan memberikan klarifikasi terkait puasa kafarat.

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan puasa kafarat?

Jawaban: Puasa kafarat adalah puasa yang dilakukan sebagai bentuk penebusan dosa atau pelanggaran tertentu yang telah dilakukan.

Pertanyaan 2: Apa saja jenis-jenis puasa kafarat?

Jawaban: Jenis puasa kafarat antara lain puasa karena membunuh, berzina, melanggar sumpah, meninggalkan puasa Ramadan, melakukan perbuatan fasik saat ihram, dan sebagainya.

Pertanyaan 3: Siapa saja yang wajib melakukan puasa kafarat?

Jawaban: Puasa kafarat wajib dilakukan oleh umat Islam yang baligh, berakal, dan mampu melaksanakan puasa, serta telah melakukan pelanggaran yang mewajibkan puasa kafarat.

Pertanyaan 4: Bagaimana tata cara pelaksanaan puasa kafarat?

Jawaban: Tata cara puasa kafarat meliputi niat, waktu pelaksanaan, lama puasa, dan cara pelaksanaan, yang disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Pertanyaan 5: Apa saja manfaat puasa kafarat?

Jawaban: Manfaat puasa kafarat antara lain menghapus dosa, meningkatkan ketakwaan, menjadi sarana introspeksi diri, melatih pengendalian diri, dan memperoleh pahala.

Pertanyaan 6: Bagaimana hubungan puasa kafarat dengan taubat?

Jawaban: Puasa kafarat merupakan salah satu bentuk taubat yang dilakukan untuk menebus dosa dan membersihkan diri dari noda dosa.

Dengan memahami tanya jawab di atas, diharapkan pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang puasa kafarat. Untuk pembahasan lebih lanjut, silakan lanjutkan ke bagian berikutnya.

Tips Puasa Kafarat

Untuk melaksanakan puasa kafarat dengan benar dan mendapatkan manfaatnya secara optimal, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Niatkan dengan Ikhlas
Niatkan puasa kafarat karena Allah SWT dan sebagai bentuk penebusan dosa, bukan karena terpaksa atau mengharapkan pujian.

Tip 2: Pelajari Jenis Pelanggaran
Ketahui jenis pelanggaran yang dilakukan untuk menentukan jenis puasa kafarat yang wajib dilaksanakan, serta lama dan tata caranya.

Tip 3: Persiapan Fisik dan Mental
Pastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan baik sebelum memulai puasa kafarat, karena berpuasa memerlukan kesabaran dan pengendalian diri.

Tip 4: Fokus pada Introspeksi Diri
Gunakan waktu puasa kafarat untuk merenungkan kesalahan yang telah dilakukan, memohon ampunan Allah SWT, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Tip 5: Perbanyak Doa dan Istighfar
Perbanyak membaca doa dan istighfar selama puasa kafarat, memohon ampunan dan pertolongan dari Allah SWT.

Tip 6: Jaga Kesehatan
Meskipun sedang berpuasa, tetap jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi saat berbuka dan sahur, serta istirahat yang cukup.

Tip 7: Hindari Godaan
Jauhi hal-hal yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahalanya, seperti berkata-kata kotor, berpikiran negatif, dan berbuat maksiat.

Tip 8: Bersyukur Atas Peluang Taubat
Syukuri kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk bertaubat melalui puasa kafarat, dan jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan puasa kafarat dengan baik dan memperoleh manfaatnya secara optimal. Puasa kafarat tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan pembersihan jiwa.

Tips-tips ini juga menjadi pengantar menuju bagian akhir artikel, yang akan membahas hikmah dan manfaat puasa kafarat secara lebih mendalam.

Kesimpulan

Puasa kafarat, sebagai ibadah yang memiliki dasar hukum kuat dalam ajaran Islam, menjadi sarana penebusan dosa dan pembersihan diri yang efektif. Melalui puasa kafarat, umat Islam dapat kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih dan suci. Beberapa poin penting yang dapat ditekankan dari pembahasan mengenai puasa kafarat adalah:

  1. Puasa kafarat memiliki jenis dan tata cara pelaksanaan yang beragam, sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  2. Manfaat puasa kafarat sangat besar, antara lain menghapus dosa, meningkatkan ketakwaan, melatih pengendalian diri, dan memperoleh pahala.
  3. Puasa kafarat merupakan salah satu bentuk taubat yang sangat dianjurkan, memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar.

Dari pembahasan di atas, terlihat jelas bahwa puasa kafarat memiliki peran penting dalam menjaga kesucian jiwa dan meningkatkan kualitas spiritual seorang muslim. Sebagai kesimpulan, hendaknya kita senantiasa menyadari pentingnya menjalankan puasa kafarat ketika melakukan dosa atau pelanggaran, serta menjadikan ibadah ini sebagai momentum untuk bertaubat dan memperbaiki diri.



Rekomendasi Herbal Alami :

Artikel Terkait

Bagikan:

sisca

Halo, Perkenalkan nama saya Sisca. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow www.birdsnbees.co.id ya.. Terimakasih..

Ikuti di Google News

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Story Terbaru